Minggu, 18 Mei 2014

K-POP DAN REMAJA


ABSTRAK
            Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini fenomena    K-pop melanda banyak kaum remaja. Dimana fenomena ini cepat sekali meyebar keseluruh dunia. Hal ini sudah menjadi hal yang cukup serius karena memiliki dampak positif dan negatif bagi para remaja. Namun semua itu kembali kepada diri remaja itu sendiri bagaimana menyikapi fenomena ini. K-pop hadir dengan lagu-lagu penuh semangat yang sangat mudah diterima banyak kalangan di dunia walaupun musik korea juga banyak dipengaruhi musik pop Amerika. K-pop mendapat sentuhan khas Korea yang membuat sebuah tampilan yang kreatif dan terkesan baru. Kesan kreatif yang ditampilkan K-pop memberikan daya tarik yang besar mengingat saat ini sangat sulit mencari aliran musik yang menampilkan sisi kreatif.
            Aksi penyanyi baik dalam video dan aksi diatas panggung memberikan kontribusi besar bagi terkenalnya K-pop. Tanpa aksi menawan penuh energik sang artis, mungkin saat ini K-pop tidak bisa setenar sekarang. K-pop. Kini Korea merupakan contoh yang baik untuk negara-negara lain di dunia terutama dilihat dari sisi kreatifitas. Bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya kelak dapat menciptakan trendsenter bagi bangsa lain sekaligus mempopulerkan budaya bangsa sendiri di mata Internasional.





Kata Pengantar
            Puji  syukur  kami  haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul        “K-pop dan Remaja”. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam pross pengerjannya, tapi kami berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini tepat pada waktunya.
            Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada kepala sekolah SMA Negeri 98 Jakarta, kepada wali kelas kami yaitu Ibu Nurjasni, kepada orang tua kami tentunya,  Guru Sosiologi yaitu Dra. Nurita, S.Pd selaku pembimbing kami dalam mengerjakan Karya llmiah ini. Kepada Guru Bahasa Indonesia  yang telah banyak memberikan bimbingan dan  arahan  kepada kami,. Dan tidak lupa kepada semua responden yang  telah meluangkan waktunya untuk mengisi angket dari kami.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, baik dalam isi maupun sistematikanya.  Hal ini disebabkan oleh keterbatasan  pengetahuan dan wawasan kami. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.
            Akhirnya, kami mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.

Jakarta,  Mei 2014  


Penyusun






Daftar  Isi

ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Bab I   Pendahuluan
1.1 Latar belakang....................................................................................................1
1.2 Perumusan masalah............................................................................................2
1.3 Tujuan................................................................................................................2

Bab II   Tinjauan  Pustaka
2.1 Definisi remaja...................................................................................................3
2.2   Definisi K-Pop.................................................................................................3
2.3 Perkembangan k-pop dari masa ke masa...........................................................4
2.4  Penyebab K-pop mendunia...............................................................................6
2.5  Eksistensi K-pop di Indonesia...........................................................................6
2.6  Fakta sikap remaja yang menyukai k-pop.........................................................8
2. 7 Dampak positif dan negatif k-pop terhadap remaja..........................................9
2.8 Hipotesis...........................................................................................................10

Bab III Metode penelitian
3.1 Waktu Penelitian..............................................................................................10
3.2 Jenis Penelitian.................................................................................................11
3.3 Sumber Data.....................................................................................................11
3.4 Teknik Pengumpulan Data............................................................................11
3.5 Teknik Analisis Data.....................................................................................11

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian
4.1 Akumulasi Angket.........................................................................................12
4.2 Pengetahuan Akan K-pop..............................................................................14
4.3  Media yang di  Pakai untuk Mengetahui K-Pop...........................................14
4.4 Alasan Ketertarikan Pada K-pop...................................................................15
4.5  Kefanatikan Terhadap K-Pop.......................................................................16
4.5 Sikap Terhadap Orang Tua............................................................................17
4.6  Dampak Pengaruh K-pop.............................................................................18

Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan....................................................................................................19
5.2 Saran..............................................................................................................19

Daftar Pustaka....................................................................................................20

Lampiran-lampiran


BAB     I
                                             PENDAHULUAN  
    
1.1 Latar Belakang
            Belakangan ini budaya Korea atau yang biasa diistilahkan k-pop ini begitu mewabah pada remaja di seluruh dunia. K-pop tidak hanya soal musik, akan tetapi lebih terasosiasikan k-pop dengan semua budaya asal korea. Budaya korea sedang menjamur, bahkan cukup banyak menggeser budaya lainnya, seperti budaya barat dan jepang atau j-pop yang juga pernah menjangkit remaja dunia. Tentu hal ini banyak memberikan dampak bagi pembentukan mental remaja indonesia. Bukan hanya dari segi musik saja yang menjadikan Korea berpengaruh besar terhadap para remaja, namun terdapat juga dari sisi yang lain, seperti; drama Korea, style Korea dan lain-lain.
            Sering kita menemukan teman-teman kita begitu terobsesi dengan hal-hal yang berbau korea. Sehingga mereka tidak mengetahui perkembangan dunia entertaiment Indonesia, justru mereka lebih mengikuti dan antusias dengan perkembangan dunia entertaiment Korea, banyak dari mereka memiliki gaya fashion ala Korea, mempelajari tulisan dan bahasa korea tetapi tidak pernah mempelajari bahasa daerahnya sendiri. Bahkan di jejaring sosial seperti facebook pun banyak dari mereka yang mencantumkan beberapa kota di Korea selatan sebagai kota tempat tinggal atau kota asalnya, banyak juga yang menggunakan nama Korea untuk nama jejaring sosial mereka.
             Ciri-ciri musik korea yang biasa dinikmati oleh masyarakat pada umumnya adalah penampilan, cara bernyanyi, gerak tubuh dan jenis musiknya. Penampilan yang dimaksud adalah pakaian yang dipakai merupakan pakaian yang sedang trend saat ini. Cara bernyanyi yang enak didengar. Gerak tubuh yang keren dan sangat menghibur. Namun disamping itu, mereka tidak menyadari dan mengetahui tentang dampak yang ditimbul dibalik itu semua.
            Berdasarkan kenyataan di atas, kami sepakat mengadakan penelitian yang berjudul  “K-POP DAN REMAJA”




1.2  Rumusan Masalah
            Sesuai dengan Latar Belakang masalah yang telah di jelaskan di halaman sebelumnya. Maka dalam karya tulis ini kami menyimpulkan rumusan masalah sehubungan dengan karya tulis ini adalah sebagai berikut
1.      Apa itu remaja?
2.      Apa itu K-pop?
3.      Ada hubungan apa antara remaja dengan K-pop?
4.      Mengapa atau hal apa yang membuat mereka menyukai K-pop?
5.      Sefanatik apa mereka dengan korea dan K-pop?
6.      Sampai kapan mereka akan menyukai K-pop?
7.      Adakah pengaruh positif dan negatif yang ditimbulkan dari K-pop? Apa itu?


1.3  Tujuan Penelitian
            Tujuan dari karya tulis kami adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui apa itu remaja
2.      Untuk mengetahui apa itu K-pop
3.      Untuk menegtahui sejauh mana hubungan antara remaja dengan K-pop
4.      Untuk mengetahui alasan para K-popers  menyukai hal-hal yang berbau korea
5.      Untuk menegtahui sejauh manan kefanatikan mereka mengenai K-pop
6.      Untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari K-pop







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Definisi Remaja
            Remaja dalam bahasa latin adalah “Adolescence”, yang artinya “tumbuh dan tumbuh untuk mencapai kematangan”. Istilah Adolescence sesungguhnya mempunyai arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991) yang mengatakan bahwa secara psikologis remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam mesyarakat dewasa. Suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek efektif, lebih atau kurang dari usia puberitas.
            Masa remaja adalah waktu meningkatnya perbedaan diantara anak muda meyoritas, yang diarahkan untuk mengisi masa dewasa dan menjadikannya produktif, dan minoritas yang akan berhadapan dengan masalah besar. Masa remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan usia 13 sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17 atau 18  tahun sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir. Remaja sebenarnya tidak memiliki tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk golongan dewasa. Remaja berada di antara anak-anak dan orang dewasa. Oleh karena itu, remaja sering sekali disebut dengan fase “mencari jati diri” atau fase “topan dan badai”. Remaja belum mampu menguasai dan memfungsikan secara maksimal fungsi fisik maupun psikisnya. Namun fase remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada masa amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik (Monks dkk 1989).
            Dari seluruh definisi remaja yang dapat disimpulkan bahwa remaja termasuk dalam kategori usia 12 sampai 22 tahun. Berada pada masa transisi antara masa anka-anak dan masa dewasa yang mengalami fase perkembangan menuju kematangan secara mental, emosi, fisik, dam sosial.

2.2  Definisi K-pop
            K-pop adalah kepanjangan dari Korean pop (musik pop Korea) yang merupakan jenis musik populer yanga berasal dari Korea Selatan. Janis musik ini adalah jenis musik pop, banyak artis dan kelompok musik populer yang berasl dari korea selatan salam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan alat musik K-pop merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pada demam K-pop (Korean wave) di berbagai negara, termasuk  Indonesia. K-pop ada sejak tahun 1960 an, pengaruh dari musik J-pop (Japan pop). Menurut pengamatan dari pengamat musik indonesia, yaitu Bens Leo, musik korea bangkit karena adanya pengaruh dari kebangkitan J-pop. Jika dalam beberapa waktu lalu musik Jepang bangkit dengan grup musiknya masing-masing, Korea bangkit dengan kekuatan grup vokal, baik boyband maupun girlband. Bens Leo juga menjelaskan bahwa K-pop sudah dipersiapkan dalam sejak waktu lima tahun yang lalu, karena Korea selatan ingin mendapatkan pengakuan atau kebudayaan mereka, musik Korea mempunyai dua unsur utama yaitu fashion dan musik itu sendiri. Biasanya musik korea mengusung musik dance, hip-hop, serta unsur koreografi dan kostum yang menarik. Disini keunggulan dalam ketampanan dan kecantikan juga di tonjolkan, selain kualitas pencipta musik oleh mereka sendiri.
            Pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre  ‘oldies” yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan denganpionirnya adalah Cho Young Pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
            Debut penampilan kelompok Thailand boy di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup tersebut diikuti oleh musik-musik yang lain. Berbagi artik korea menangguk kesuksesan didunia internasional, seperti SUPER JUNIOR yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian arti-artis lainnya seperti Rain, Shinwa, dan lain-lain, dan sebagai lomba untuk menaklukkan pasar-pasar di Jepang.

 2.3  Perkembangan K-pop Dari Masa Ke Masa
Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre "oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM, Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki pendengar yang paling banyak di Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.
Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square Garden.

2.4  Penyebab K-pop mendunia
K-Pop hadir dengan lagu-lagu penuh semangat yang sangat mudah diterima banyak kalangan di dunia walaupun musik Korea juga dipengaruhi musik pop Amerika, K-Pop mendapat sentuhan khas Korea yang membuat sebuah tampilan kesan kreatif. Kesan kreatif yang ditampilkan K-Pop memberikan daya tarik yang besar mengingat saat ini sangat sulit mencari aliran lagu yang menampilkan sisi kreatif.
Aksi penyanyi baik dalam video dan aksinya di atas panggung memberikan kontribusi besar bagi terkenalnya K-Pop. Tanpa aksi menawan penuh energik sang artis, mungkin saat ini K-Pop tidak bisa setenar sekarang. K-Pop tidak selalu harus dinyanyikan secara bersama-sama atau dalam sebuah grup vokal. K-Pop bisa dinyanyikan secara perseorangan atau solo, seperti lagu lagu yang menjadi original sountrack dalam film “Naughty Kiss”.
Film korea menjadi salah satu penyumbang promosi bagi K-Pop. Film yang menjadi salah satu media paling ampuh dalam melakukan promosi dimasuki K-Pop sejak lama. Tidak seperti Indonesia yang tidak selalu menggunakan Sountrack khusus, dalam setiap film korea selalu menggunakan sountrack khusus sehingga dengan mudah K-Pop mengambil hati para penggemarnya.

2.5  Eksistensi K-pop di Indonesia
Menurut pengamat media, Iding R. Hasan, perkembangan K-Pop di Indonesia sangatlah pesat, namun tidak akan bertahan lama. Bahkan ia mengungkapkan sekarang ini mulai terlihat tanda-tanda penurunan.
“Kemunculan boyband dan girlband tidak seheboh dulu. Malah beberapa diantaranya tidak bertahan lama, setidaknya jarang muncul di layar kaca,” ungkapnya.
Pengamat musik ternama Indonesia, Bens Leo juga memberikan pendapat yang serupa denganIding bahwa K-Pop tidak akan terus berjaya di Indonesia. Dia mengatakan pada Kapanlagi.com Rabu, 24/10/2012, bahwa K-Pop memang sangat mendunia termasuk di Indonesia. Namun, menurutnya K-Pop tidak akan bertahan lama karena aliran musik K-Pop belum mempunyai karakter yang kuat.
“Kalau ada sesuatu yang karakternya kuat, itu yang bertahan lama. K-Pop belum punya karakter yang kuat,” ujarnya.
Menurut Iding ada beberapa faktor yang menyebabkan K-Pop belakangan ini sudah tidak berjaya seperti dulu lagi yaitu dengan kembali populernya industri musik Indonesia dan menurutnya tentu segala sesuatu tidak akan selamanya berjaya.
“Memang dulu saat K-Pop menjamur, musik Indonesia sangat lesu. Tapi sekarang dengan kemunculan kembali Ariel dengan bandnya NOAH memicu bergairahnya lagi musik pop Indonesia. Faktor lainnya, semua fenomena sosial termasuk musik biasanya mengalami fluktuasi, ada titik jenuh dan sebagainya,” katanya.
Pandangan yang berbeda muncul dari Shellanovia, administrator dan staff dari @KoreanWaveINA. Ia berpendapat bahwa demam Korea atau yang biasa disebut dengan hallyu wave akan terus eksis di Indonesia.
“Di tahun 2013, jelas K-Pop masih berjaya dan sepertinya tahun depan juga masih belum redup karena masyarakat Indonesia terlihat masih belum bosan dengan segala hal yang disuguhkan oleh dunia hiburan K-Pop,” ujarnya.
Bila kita ingat-ingat kembali, memang K-Pop bisa dibilang merajai bukan hanya industri musik saja tetapi juga  menjalar sampai  kehidupan sehari-hari dari masyarakat terutama para remaja.
“K-Pop bukan hanya pada musik seperti kemunculan boyband dan girlband, tapi juga model pakaian, rambut, lifestyle, dan sebagainya, “ ujar Iding.
Shellanovia juga mengatakan selain di industri musik, K-Pop juga menjamur hingga ke bidang-bidang yang lain seperti kuliner bahkan sampai ke bidang pendidikan.
“Semenjak budaya Korea mulai menginvasi Indonesia, hampir di tiap mall besar di Indonesia bisa kita jumpai restoran yang menyajikan menu khas Korea sebagai menu utamanya. Sekarang juga banyak dijumpai tempat-tempat kursus bahasa tempat kursus bahasa Korea, padahal sebelumnya hanya bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin yang paling banyak mendominasi dunia kursus bahasa asing di Indonesia,” katanya.
Proses imitasi terhadap K-Pop memang tidak dapat dihindarkan karena masyarakat Indonesia terus-menerus dijejalkan hal-hal berbau K-Pop di media yang mereka konsumsi setiap hari.
“Media-media yang mengkhususkan diri untuk menyajikan berita Korea pun telah banyak, membuktikan bahwa Korea memang sedang sangat diminati di Indonesia,” ungkapShellanovia.
Untuk menanggapi hal ini, Iding mengatakan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh K-Popini adalah berupa fenomena budaya di era globalisasi jadi menurutnya itu adalah hal yang biasa dan tentunya hal ini tidak bisa dihindari tinggal bagaimana orang Indonesia memaknainya seperti apa.
“Saya tidak setuju kalau kita cuma ikut-ikutan atau mengimitasi mereka, terinspirasi boleh, tapi jangan mengekor seratus persen,” katanya.

2.6  Fakta Sikap Remaja yang Menyukai K-Pop
·         Suka teriak teriak sendiri saat ngeliat foto terbaru artis K-pop.
Orang yang terkena virus K-pop sering sekali kalau lagi melihat-lihat foto terbaru artis K-pop, biasanya tidak hanya itu mereka juga sering menjadikan foto profil di jejaring sosial.
·          Tangan dan kakinya otomatis ikut bergoyang jika sudah  mendengar lagu K-pop.
Lagu K-pop kebanyakan lagunya ngebeat dan pasti sudah ada dance khasnya, nah penderita virus K-pop ini jika sedang mendengar lagu K-pop rasanya tangan dan badan ini refleks untuk bergoyang ngikutin irama lagu.
·          Ingin tahu gosip gosip terbaru K-pop.
Sebagai K-pop lover pasti ingin tahu berita-berita tentang selebriti K-pop. Salah satu cara untuk tahu gosip yang lagi heboh di Korea adalah lewat Internet. Biasanya selalu ada situs di internet yg update sekali tentang dunia K-pop, mau dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Thailad, Prancis, atau yang lainya semua ada.
·         Menjadikan lagu favorit K-pop sebagai nada sambung pribadi
Supaya nada sambung tidak hanya tut tut tut terus para K-pop lover juga sering menjadikan lagu favorit K-pop sebagai ringtone maupun nada sambung. Hal itu bisa dijadikan salah satu cara untuk menyebarkan virus K-pop kepada orang-orang disekitarnya.
·         Tahu ungkapan ungkapan dalam Bahasa Korea
Sering mendengar lagu K-pop pastinya sudah tidak asing lasi dengan kosakata dalam Bahasa Korea misalanya, Saranghae, Oppa, Kamshahamnida, Anyeonghaseyo. Ternyata ada manfaatnya kita suka K-pop, otomatis bisa tahu kosakata Bahasa Korea lumayan untuk menambah wawasan dalam belajar.
·         Mengoleksi segala hal tentang atribut Korea melalui online shop atau pergi ke Korea
Untuk menunjukan bahwa kita Fans mereka otomatis kita ingin mengoleksi semua tentang idola kita. Mau itu lightstick, banner, cd, dan lain-lain, tidak jarang K-pop lover memburu atributnya langsung hingga pergi ke Korea.
·         Tidak bisa tidur sebelum melihat poster artis K-Pop yang dipajang di dinding kamar
Kebiasaan unik yg dimiliki para kpop lover sebelum tidur, adalah tidak bisa tidur sebelum melihat poster-poster artis K-pop yang ada di kamar.
·         Mendengarkan lagu  K-pop sebelum tidur
Mendengarkan lagu K-pop sebelum tidur adalah hal yang wajib bagi       K-pop lover.
·         Menjadikan foto idola K-pop di desktop background komputer
Karena cintanya pada K-pop, para K-pop lover menjadikan foto idola K-pop di desktop background komputer.
·         Rela berjam-jam menghafalkan lirik lagu terbaru K-pop
Percuma saja kalau suka lagu K-pop tetapi tidak hafal dengan liriknya. K-pop lover rela berjam-jam menghafalkan lirik lagu terbaru K-pop dari boyband atau girlband atau band favoritnya.

2.7 Dampak Positif dan Negatif  K-pop terhadap remaja
·         Dampak Positif
1.        Dapat menjadi salah satu sarana hiburan untuk me-refresh otak dari kegiatan-kegiatan
1.      sekolah yang penat.
2.      Menambah pengetahuan tentang kebudaanyaan negara lain
3.      Sebagai bahan pembelajaran bahasa Korea, dengan menghafalkan lirik lagu Korea.
4.      Menjadikan idolanya sebagai inspirasi dan motivasi dalam hal positif
5.      Sarana untuk menambah teman dari berbagai tempat di seluruh penjuru dunia secara tidak langsung (melalui dunia maya).

·         Dampak Negatif
1.      Jadi  malas belajar dan nilai/prestasi menurun.
2.      Bisa terpengaruh dengan budaya negatif korea seperti minum-minuman keras yang merupakan hal biasa di Korea.
3.      Menghambur-hamburkan uang hanya untuk membeli album ataupun mendownload di internet.
4.      Lupa  waktu untuk mengerjakan tugas atau pekejaan rumahnya.
5.      Asyik sendiri,hingga kurang bersosialisasi dengan dunia luar.
6.      Lebih menyukai budaya korea dari pada budaya sendiri.
7.      Pecinta KPOP terkadang menghina negaranya sendiri hanya gara-gara mereka  menganggap KPOP hal yang utama.
8.      Bahkan rata-rata para pecinta KPOP yang mayoritasnya remaja putri, gila-gilaan  mengeluarkan uang yang jumlah tidak sedikit, hanya untuk menonton konser atau membeli pernak-pernik ala KPOP. Gawatnya lagi, beberapa remaja putri yang mulai menjadi fans fanatiknya, tidak tahu kesulitan ekonomi keluarga tetap memaksa diluar kemampuan orang tuanya.

2.8 Hipotesis
            Dengan melihat fenomena K-pop sekarang ini  yang sering muncul di media masa (televisi, majalah, dll) banyak remaja yang menyukai K-pop walaupun fenomena K-pop cukup meredup belakangan ini.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu Penelitian
            Kami mengadakan penelitian kira-kira dua minggu untuk menyebar angket kami terhitung dari tanggal 23 Maret 2014 sampai tanggal 6 April 2014.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.
3.3 Sumber Data
Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA (SMA 98 Jakarta, SMK 24 Jakarta, SMAN 1 Cibinong dan beberapa SMA di Jakarta Timur ) secara acak dari beberapa sekolah, yang kira-kira kami ambil sampel adalah 50 siswa.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket tertutup yang kami sebar secara acak ke bebarapa siswa SMA yang berbeda. Dengan angket tertutup itu kami dapat menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.

3.5 Teknik Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.


BAB IV
 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4.1 Akumulasi Angket
Untuk mendapatkan data yang mendukung karya tulis ini kami membuat daftar pertanyaan mengenai “K-POP dan Remaja”  yang disusun dalam angket (angket berada dalam Lampiran). Pada angket itu kami beri skor masing-masing untuk jawaban iya kami beri skor 5 dan untuk jawaban tidak kami beri skor 2 tapi yang kami pindahkan hanya akumulasi skor Iya
Berikut daftar tabel akumulasi skor iya:
kode
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
skor
70
65
105
85
100
100
75
70
80
75

Kode
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
skor
80
100
90
95
95
100
85
90
90
105

Kode
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
skor
95
85
85
70
95
100
90
80
90
85

Kode
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Skor
90
85
75
80
80
80
80
110
85
85

Kode
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
Skor
85
90
90
95
95
95
95
95
115
100


 4.2 Pengetahuan Akan K-pop

Menurut hasil angket kami, didapatkan bahwa yang mengetahui apa itu K-pop secara secara pasti adalah 50 orang dari total 50  angket yang dibagikan dan 50 orang tersebut juga menyukai K-Pop.
Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu K-pop, jika dimasukkan dalam persen maka diperoleh 100% responden menyatakan mengetahui K-pop dan diperoleh  100% responden yang menyukai K-pop.
Hasil ini menunjukkan bahwa remaja sebagian besar mengetahui secara persis apa itu K-pop dan menyukainya.   Dengan demikian dapat diketahui bahwa para remaja mengetahui K-Pop dan masih menyukainya walaupun fenomena K-pop sudah tidak begitu terdengar lagi atau jarang bermunculan di media televisi.

4.3  Media yang di  Pakai untuk Mengetahui K-Pop
            Dari 50 angket yang telah kami bagikan, 32 orang mengatakan mengetahui K-Pop dari teman,  43 orang mengatakan mengetahui K-Pop dari televisi, sedangkan 31 orang mengatakan mengetahui K-Pop  dari majalah atau brosur.

            Berikut daftar media yang digunakan untuk mengetahui  K-Pop:
No
Sumber yang digunakan
Iya
tidak
1
Teman
32
18
2
Televisi
43
7
3
Majalah atau Brosur
31
19
 





            Berikut daftar media yang digunakan untuk mengetahui K-Pop jika di ubah dalam bentuk persen dan diagram:



4.4 Alasan Ketertarikan Pada K-pop

Dari 50 angket yang telah kami bagikan 40 orang mengatakan menyukai K-Pop karena musiknya,  39 orang mengatakan menyukai K-Pop karena fisik penyanyinya dan 43 orang mengatakan menyukai K-Pop karena fashionnya.

Berikut daftar alasan ketertarikan :
No
Alasan  menyukai K-Pop
Iya
Tidak
1
Musik
40
10
2
Fisik penyanyinya
39
11
3
Fashion
43
7



Berikut diagram alasan menyukai K-Pop jika di ubah dalam bentuk persen


4.5  Kefanatikan Terhadap K-Pop
            Dari 50 angket yang kami sebar diperoleh  data 47 orang suka mencari tahu  informasi terbaru tentang K-Pop, 22 orang suka mengcover  lagu-lagu dari boyband/girlband  favorit mereka, dan hanya 26 orang saja yang tau tentang keseharian idola mereka.
            Hal tersebut menandakan bahwa walaupun mereka sering mencari info terbaru tentang idola mereka tapi tidak semuanya tahu persis keseharian idola mereka disana.
            Diperoleh hasil 40 orang bisa berbahasa korea walaupun tidak banyak kosakata yang mereka bisa, tapi hanya 26 orang saja yang mempunyai barang-barang yang berhubungan dengan K-Pop, 39 orang mengatakan bahwa mereka menyukai tradisi yang ada di korea, 44 orang pernah berkhayal menjadi pacar dari idola mereka, 40 orang mengatakan bahwa mereka ingin ke korea, 47 orang  mengatakan ingin bertemu idola mereka.
            Kemudian ketika ditanya tentang konser musik korea di senayan, 31 orang mengatakan akan rela mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiket untuk menonton konser musik korea dan 33 orang pernah menonton konser musik korea, yang tidak menonton konser musik korea beralasan jika uang mereka masih belum terkumpul untuk menonton konser pada saat itu atau ketika konser saat itu tidak ada idola mereka.
            Ketika ditanya mengenai apakah mereka akan terus menyukai K-Pop, 43 mangatakan iya dan 7 orang lainnya mengatakan tidak.
            Dari 50 angket yang kami berikan, 28 orang mengatakan bahwa mereka pernah diejek oleh teman mereka karena menyukai K-Pop, dan ketika ditanya respon mereka apa, mereka menjawab bahwa orang-orang seperti itu mereka biarkan saja atau mereka acuhkan.    

4.5 Sikap Terhadap Orang Tua
Dari 50 angket yang telah kami bagikan, 8 orang mengatakan akan marah atau merasa kesal kepada orang tua jika mereka tidak diberi izin untuk menonton konser musik korea dan hanya 1 orang yang akan marah karena tidak diberi uang untuk menonton konser musik korea. Kebanyakan mereka jika ingin menonton konser musik korea, mereka menggunakan uang mereka sendiri, uang tabungan mereka.
Berikut daftar sikap terhadap orang tua yang diubah dalam bentuk diagram

4.6  Dampak Pengaruh K-pop
Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya, didapat hasil bahwa dari jumlah  50 reponden yang kami beri angket, 49 orang merasakan dampak positif dari menyukai K-Pop  dan    33 orang  merasakan dampak negatif dari menyukai K-Pop.

Berikut daftar dampak positif dan negatif :
No
Hal/pengaruh yang dirasakan
Iya
Tidak
1
Positif
49
1
2
Negatif
33
17

Jadi, persentase dari tabel di atas adalah sebagai berikut :




BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
a.       Sebagian besar remaja SMA telah mengetahui secara persis apa itu K-pop dan menyukainya.   Dengan demikian dapat diketahui bahwa para remaja mengetahui K-Pop dan masih menyukainya walaupun fenomena K-pop sudah tidak begitu terdengar lagi atau jarang bermunculan di media televisi.
b.      Dapat diketahui pula bahwa media yang sangat ampuh untuk menyebarkan virus K-Pop adalah televisi, terlihat dari hasil angket yang mana televisi cukup dominan dari pada teman ataupun brosur dan majalah.
c.       Menurut responden hal yang membuat mereka tertarik kepada K-Pop adalah karena Fashionnya walaupun musik juga berpengaruh yang hasilnya beda tipis dengan fashion.
d.      Dapat diketahui pula nahwa ketika mereka ingin menonton konser musik korea, kebanyakan dari mereka lebih memilih mengumpulkan atau menyisihkan uang jajan mereka dari pada meminta kepada orang tua.
e.       Menurut para responden mereka lebih merasakan dampak positif dari pada dampak negatif dari menyukai K-Pop


5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
•         Kita boleh saja terpengaruh dengan fenomena K-pop tetapi jangan melupakan tugas utama kita sebagai seorang pelajar.
•         Sebagai warga negara Indonesia kita harus tetap menghargai dan mencintai budaya dan produk dalam negeri.




DAFTAR PUSTAKA

http://indonesiaindonesia.com/f/94194-10-gejala-terkena-virus-kpop/
http://www.beritasatu.com/demam-korea/24937-k-pop-yang-dicinta-dan-mendunia.html
http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/12/19/banyak-jalan-menuju-korea/



Jumat, 29 Maret 2013

LOVE IN NEW DELHI


 Tina, gadis ceria dari sebuah perkampungan di Bogor. Seorang gadis berketurunan Indonesia dan India. Pagi ini Tina masih bergelut dengan leptopnya, karya tulisnya masih belum rampung dia selesaikan. padahal, jam sudah berputar dan tepat berada di anggka delapan. Anggka yang seharusnya di pakai Tina untuk pergi ke kempat kerjanya.
            “Tina, mau berangkat bareng ngak?” terdengar suara dari luar kamar Tina. Ternyata yang memanggil itu kak Ali, kakak kedua Tina.
            “Iya. Tunggu bentar,” jawab Tina dari dalam kamar.
            “kalau lama kakak tinggal nih,” seru kak Ali sekali lagi.
            Tina pun bergegas menutup laptopnya dan turun ke lantai bawah. Tak lupa Tian berpamitan kepada ibunya. Kak Ali sempat bertanya ketika di jalan, mengapa jam segitu Tina masih berkutat dengan laptopnya. Tina pun memberikan jawabannya karena karya tulisnya belum dia diselesaikan dan Tina pun masih bingung untuk membahas tentang apa di karya tulis barunya itu ditambah lagi karya tulis itu akan di paparka di majalah tempat Tina bekerja satu bulan lagi. Kak Ali memberitahu Tina agar membuat karya tulis itu dari hati dan jangan terlalu berfantasi, buat sesuatu yang kebanyakan orang mengalaminya tapi dengan sudut pandang penulis itu sendiri. Tak terasa obrolan itu terhenti karena mobil yang dikendarai kak Ali sudah sampai di tempat kerja Tina. Tina pun berpamitan kepada kak Ali dan seperti biasa pula, teman-teman Tina histeris ketika melihat kak Ali.
            “Eh Tin, jam segini baru nongol, dicariin tuh sama Bu Hesti,” seru Asrti ketika Tina hendak ke meja kerjanya.
            “Emangnya ada apa?” tanya Tina dengan mimik wajah yang takut, bingung, sekaligus penasaran.
            “Tak tau aku. Mungkin mungkin masalah karya tulis kamu yang mau di publikasikan bulan depan atau mungkin bisa jadi karena kamu telat kali,” ucap Astri.
            “Jangan nakut-nakutin gitu dong,” balas Tina dengan mimik muka yang ketakutan.
            “Ihhhh siapa yang nakut nakutin? Udah gih sana, ke ruangannnya Bu Hesti aja supaya jelas,” jawab Astri dengan memberikan senyum dua jarinya kepada Tina.
            Dilangkahkan kakinya ke ruangan Bu Hesti, perasaannnya tak karuan, masa cuma sekali telat aja udah dicariin gini sih? Kalaupun tentang karya tulis kan masih satu bulan lagi, masa iya diuber-uber hari ini? Pertanyaan-pertanyaan itu terus jalan di kepada Tina. Benar saja, ternyata Bu Hesti menanyakan tentang karya tulis Tina yang akan dipublikasikan satu bulan mendatang. Tina menjelaskan kepada Bu Hesti jika karya tulisnya itu masih dalam proses dan Tina sedang melakukan survey tentang cerita apa yang sedang digemari anak muda zaman sekarang selain k-pop. Tetap saja Bu Hesti meminta agar karya tulis itu cepat selesai dan tak lupa tentunya Bu Hesti menegur Tina agar lain waktu dia tak datang terlambat lagi.
            “Diapain tadi diruangan Bu Hesti?” tanya Astri.
            “Biasa karena masalah telat dan Mba Hesti minta aku untuk selesaikan segera karya tulisku,” jawab Tina dengan eskpresi yang kurang menyenangkan.
            “Biasanya kan kamu kalau buat karya tulis dua hari aja jadi, kepada sekarang kayanya susah banget, sampai-sampai menggela nafas gitu,” seru Astri.
            “Iya sih Tri, tapi entah mengapa aku itu ingin sekali karya tulis aku ini dapat perhatian lebih dari para pembaca karena yang udah-udah responnnya Cuma itu-itu aja, pengen buat yang baru dan berbeda tapi tetep sama ciri khas  tulisanku yang berbau kasih sayang,”
            “Yasudah terserah kamu, tapi kalau buntuh bantuan, aku siap bantu ko. Jadi ke Delhi?” tanya Astri.
            “Delhi? Ohh, jika tak ada halangan insyaallah jadi lagi pula akupun sudah minta izin sama Mba Hesti dan diperbolehkan asalkan pas balik dari sana karya tulisku juga udah rampung, ” jawab Tina.
            “emangnnya mau berapa hari di sana?”
            “hhhhmmm kira-kira empat belas hari,”
            “aaaaaa...... iri aku, tapi ko lama banget sih?”
            “tenang aja nanti aku dapetin kain sari, gelang, manisan dan asinan india deh. Iya nih sekalian mudik, kan aku ngak pernah ke india jadi jenguk nenek iya, liburan juga iya,”
            “ngak usah bawa apa-apa buat aku, cukup Imran khan aja yang kamu bawa, terus anter deh ke rumahku hehehe...”
            “hah?? Imran khan??? Ragu aku kalau itu hehehe...”
            Selepas senda gurau itu, mereka pergi ke luar untuk makan siang. Langkah kaki tina terhenti sejenak memikirkan tentang kepergiannnya ke Delhi. Sanggupkah dia berada dalam negara yang mempunyai kebiasaan dan adat yang berbeda, mampukan dia menyesuaikan diri disana dan merampungkan tugas-tugasnya di negara orang. Pikiran itu terus mengusik hati Tina. Astri yang se-dari tadi memperhatikan Tina, menepuk pundak Tina berusaha meyakinkan Tina dengan senyum manis dari wajah Astri dan senyuman itu dibalas senyuman pula walau senyuman itu bukanlah senyuman keikhlasan. Di ruang kerjanya pun Tina masih saja melamun, melamunkan hal yang sama seperti tadi siang. Layar Laptopnya masih bersih, belum ada coretan ataupun tulisan. Lagi-lagi Astri menepuk pundak kawannnya itu seraya menunjuk peta Delhi yang ada di meja kerjanya dan memperdendangkan lagu khas dari suatu negara di Asia Selatan itu. Kali ini tindakan Astri membuat Tina tertawa dan ikut bersenandung pula.
“Tina, jangan sedih gitu dong kan ke Delhi nya untuk jenguk nenek plus tugas.”
“iya sih tri tapi aku pasti kangen deh sama kamu, dan sama negara ku yang tercinta ini,” (memeluk Astri)
“sudah-sudah kan kita bisa wabcame man, chatting, online di facebook atau balas-balasan di twitter, sekarang ini udah maju jamannya jadi ngak usah takut kangen sama aku, ya aku nyadar sih emang banyak yang ngefans gitu sama aku,”
“huhh, besok akan terpisah selama 14 hari sama Astri rasanya itu kaya terbang sampai ke langit ke tujuh terus melayang bebas ke bumi,”
“ngak usah lebay deh, udah di jemput tuh sama kakakmu, titip salam untuk kakakmu yah,”
“iya Astriku sayang, salammu akan aku sampaikan kepada kakakku,” (memeluk Astri)
Langkah kaki Tina berlari seirama dengan rintikan air hujan yang mulai membasahi kota Bogor malam ini. Dibukanya pintu mobil itu, disapanya laki-laki yang ada di dalam mobil itu tak lupa pula menyampaikan salam Astri kepada laki-laki itu namun laki-laki itu hanya diam tak memberi respon. Laki-laki itu melihat wajah adeknya yang musam, yang sedang gundah gulana hinggga mendorongnya untuk bertanya kepada adiknya ada apa gerangan sehingga wajahnya muram begitu. Setali tiga uang, Tina menjawab dengan jawaban yang sama, jawaban yang ia berikan kepada Astri. Laki-laki itu mengkerutkan dahinya dan bertanya pada hatinya, ketika pagi datang wajah adiknya begitu senang mendengar kabar akan pergi ke Delhi namun seiring tenggelammnya matahari dari pelupuk mata, kegembiraan itupun sirna juga tapi mungkin itu hanya awal, ya awal ketika akan menuju ke suatu tempat yang asing untuk kita, mungkin perasaan yang sama seperti waktu pertama kali laki-laki itu di aja ke Delhi oleh sang nenek.
Setibanya di rumah, ternyata ayah sudah sampai di rumah. Kegembiran lagi-lagi terpancar dari wajah Tina, wajar saja karena selama beberapa tahun belakangan Ayahnya tinggal di Delhi merawat neneknya dan usahanya di Delhi. Dilemparnya tas kerja miliknya ke atas sofa dan berlari menuju ayah yang sedang minum teh lalu di peluknya sang ayah. Di sudut sana , Ali hanya tersenyum melihat kegembiraan yang terpancar dari wajah sang adik. Ibu yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya menuju ke tempat kegaduhan itu, ditepuknya bahu Ali, Ali terperanjat dari lamunannya. Ali sudah tau apa maksud ibu tadi maka dari itu, Ali pun bergegas ke kamarnya dan melaksanakan sholat isya. Di lain tempat Tina masih asyik bercengkrama dengan san ayah, Tina pun sempat bertanya apakah benar jika besok ia sekeluarga akan ke Delhi? Bagaimana kondisi Delhi?  Jauhkan perbedaan Delhi dengan Indonesia? Semua pertanyaan ditanyakan Tina namun ayah hanya menjawab agar Tina saja yang menilai. Ayah juga menyuruh Tina agar lekas sholat isya dulu lalu menyiapkan barang-barang yang akan di bawa dan beristirahat agar besok tidak kelelahan.
Fajarpun menyingsing, mentari mulai menampakan sinarnya  untuk seluruh makhluk. Kegundahan masih menyelimuti hati Tina, namun tak mungkin jika Tina tak ikut karena sang nenek amat sangat ingin bertemu dengan Tina, apalagi dia satu-satunya cucu perempuan di keluarganya. Kak Ali yang masih melihat kegundahan itu berusaha menebar senyum ikhlas kepada Tina, namun dibalas oleh Tina senyum kegundahan. Kegundahan itu masih terlihat di wajah Tina semalam perjalan bahkan ketika berada di dalam pesawat sekalipun, maka kak Ali pun bersua.
“dulu juga kakak pernah gundah kaya gitu, rasanya itu aneh, meninggalkan negara sendiri lantas mengunjungi negara lain yang kita sendiri belum tau, tapi rasa itu sirna setelah sampai Delhi, disana seru, asyik walaupun ada kesulitan bahasa tapi adapula kemiripan bahasa, udah tenang aja nanti sampai delhi kamu kakak ajak jalan-jalan, mencicipi asinan dan manisan disana, makan roti cane dan makan lainnya, dijamin dalam dua minggu berat badan akan naik hehehe...”
“ihhhh kak Ali ngeledek aja nih, kalu berat badanku naik  nanti aku ngak bisa balik ke Indonesia lagi dong?”
“loh kok gitu?”
“iya kan nanti pesawatnya kelebihan beban hehehe”
Selama dalam perjalannya tak ada yang menyenangkan, karena yang terlihat hanya awan putih, orang-orang yang sedang terlelap dalam tidurnya, pemandangan yang biasa terlihat. Tak terasa, rasa kantuk menerang Tina secara perlahan kantung matanya menutup secara otomatis, bukan hanya kantung matanya yang menutup otomatis tapi kepalanya pun bergerak otomatis, ya bergerak ke bawah ke pundah kak Ali. Kak Ali yang sedang membaca koran sedikit kaget ketika bahunya itu dijadikan sandaran tidur adiknya tapi hal itu membuat Kak Ali hanya tersenyum sambil berharapa agar adiknya tidah gundah lagi jika sudah sampai di Delhi nanti. Perjalanan ini cukup melelahkan juga, kak Ali pun tanpa sadar tertidur pula. Ketika kak Ali tertidur, Tina terbangun, wajah lesu dan malas bersarang di wajah Tina, Tina pun pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Sebentar lagi bandara akan mendarat di bandara di Delhi, Tina berusaha membangunkan Kak Ali, kali ini Tina amat bersemangat sekali, wajah muran durja nya tak lagi tampak, hanya kegembiraan dan keriangan yang tampak, kak Ali yang melihat hal itu tersenyum penuh kelegaan akhirnya adiknya kini sudah tak bermuran durja lagi dan mudah-mudahan Tina akan betah di Delhi.

New Delhi
Kaki anak nusantara ini kini telah berpijak di negeri hindustan, negeri yang dulu senasip dengan nusantara, negara yang pernah dijajah dan sama-sama memperoleh kemerdekaan dengan perjuangan dan pengorbanan. Kaki anak nusantara ini baru berpijak untuk pertama kalinya, wajah lesu dan kelelahan nampak sekali dari raut wajahnya, ditambah lagi mereka sampai di tanah hindustan ketika matahari telah tergelincir dan hilang dari pelupuk mata. Sebuah mobil jembutan menghampiri mereka di bandara, semua lekas naik dan menghilang dari bandara. Mobil itu melaju di tengah keheningan malam kota hindustan. Tak terasa mobil itu berhenti di suatu pekarangan rumah yang luas dan rumah yang telah dihias oleh ornamen khan negeri hindustan ini. Lelah dan kantuk menyerang Tina, ingin rasanya langsung merebahkan badan di kamar, namun langkah itu terhenti ketika ada suara yang memanggil nama Tina. Suara itu adalah suara nenek Tina, segera dipeluknya sang cucuk, dibawakannya manisan khas india yang dibuat dengan cinta oleh sang nenek. Tahu benar kondisi sang cucuk yang lelah, nenek melepaskan pelukannya dan suapannya lalu mengantar sang cucuk ke kamarnya. Kamar yang sudah disiapkan dari jauh hari, segera saja Tina langsung merebahkan badannya di kamar barunya itu. Ditempat yang berbeda ayah dan ibu melepas lelah dengan duduk di teras depan rumah, pemandangan malam yang romantis. Kak Ali sendiri bergegas ke kamarnya dan membersihkan badannya lalu benjatuhkan badannya di kasur dan terlelap.
Sang surya telah menampakan wajahnya menandakan pagi datang, Tina yang semalam tidur dengan pulas di kamar barunya bergegas turun ke meja makan. Dilangkahkan kakinya menuruni anak tangga, dengan sesekali melihat dekorasi di sekeklilingnya. Rasa takjub menghampiri hati Tina, sungguh dekorasi yang hanya Tina lihat di film-film india kini bisa Tina lihat dan rasakan secara langsung. Dimeja makan telah ada nenek, ayah, ibu, paman, kak Ali dan yang lainnya. Dimeja itu telah tersedia makanan tapi bukanlah makanan yang biasa Tina lihat dan makan tapi dimeja itu penuh dengan makanan khas india termasuk roti cane.
Hari ini kak Ali berniat mengajak Tina untuk berkeliling Delhi, yang paling utama adalah mengajak Tina ke gerbang india. Namun sebelum mangajak Tina pergi berkeliling Delhi, kak Ali bertanya tentang tugas kantornya apakah perlu dibantu atau tidak. Tina menjawab biarlah tugas itu ia rampungkan sendiri. Mobil melaju, membawa Tina dan kak Ali ke jantung ibukota negara india. Pemandangan yang cukup membuat Tina tersenyum lebar karena bisa melihat apa yang selama ini hanya bisa dilihat di film-film india saja. Disepanjang perjalanan kak Ali bercerita pengalaman pertamanya ketika pergi ke kerbang india, digerbang itu dia bertemu dengan seseorang yang sekarang menjadi sahabatnya. Walau berbeda negara tapi tak membuat persahabatan mereka berhenti begitu saja. Sesekali sahabatnya itu berkumjung ke indonesia atapun chatting, bahkan pernah juga berkiriman surat.  Sungguh kisah persahabatan yang indah. Kak Ali pun berniat memeprkenalkan Tina dengan sahabatnya itu di gerbang India.
Mobil pun telah terparkir, ana-anak nusantara ini melangkanhkan kakinya menuju gerbang yang bersejarah di india. Disana telah menunggu seorang pemuda india yang tak lain adalah sahabat kak Ali. Ketika pertemuan dua sahabat ini terjadi, Tina terdiam. Kak Ali pun memperkenalkan sahabatnya ini kepada Tina.
“saya Rakhes,” sebut pemuda itu dengan  senyum manis dari wajahnya.
“saya Tina,” jawab Tina sembari lemempar senyuman pula.
“baru pertama kali atau sudah sering ke sini?” ucap Rakhes memulai pembicaraan.
“dia baru sekali ini ke sini, awal kesini saja dia sudah gundah,” celetuk kak Ali.
“kak Ali nyamber-nyamber aja nih kaya tiang listrik,”
“tak usah galau, insya allah nanti saya yang akan memperkenalkan india kepada kamu,”
“terimakasih,”
Tiga pemuda beda negara ini pun berkeliling di gerbang india, Rakhes dan kak Ali begitu asyik mengobrol sepanjang perjalanan, hal itu membuat Tina kesal dan cemberut. Mereka begitu asyik berbagi cerita dan pengalaman sampai-sampai Tina berhenti pun, kedua sahabat ini terus berjalan yang akhirnya Tina yang mengejar kedua sahabat ini. Mereka berhenti disebuah taman, Kak Ali berpamitan untuk membeli es cream, awalnya Tina ingin ikut karena tak enak jika ditingggal dengan orang asing yang baru saja dia kenal namun kak Ali melarangnya. Dengan wajah terpaksa Tina akhirnya ditinggal berdua dengan Rakhes.
Ada hal yang menarik rupanya, ketika Tina duduk dibangku taman, Rakhes pun duduk di bangku taman itu tapi duduknya di sebrang bangku itu. Bangku taman itu mempunyai dua sisi. Jadi Tina dan Rakhes duduk berlotolak punggung. Hal itu membuat Tina kaget dan sedikit bingung, ingin rasanya tina bertanaya namun malu rasanya. Jadi mereka duduk tapi tak berhadap=hadapan ataupun samping-sampingan tapi bertolak punggung.
“maaf, jika aku duduk bertolak punggung denganmu seperti ini, aku tak biasa duduk sampingan ataupun hadap-hadapan dengan wanita, apalagi wanita itu bukan muhromku. Aku tak mau seperti itu, aku hanya ingin menjaga martabat wanita,”
“iya tak apa, aku pun tau dan akupun pasti akan merasa risih jika seseorang yang bukan muhrimku duduk berdekatan apalagi sampai bertatap-tatapan,”
“tadi kata Ali, kamu itu bekerja di salah-satu majalah di indonesia?”
“iya, memangnya kenapa?”
“tak ada apa-apa, hanya ingin memastikan hehehe...”
“kamu sendiri sekarang kuliah atau sudah bekerja?”
“kebetulan sekarang aku sudah bekerja. Apakah kamu suka anak-anak?”
“iya aku suka, mereka itu lucu, polos dan menyenangkan ketika bisa bersama dengan anak-anak,”
“kau datang dari negara yang cukup jauh, bisakah kau ceritakan negaramu kepadaku?”
“oh tentu, negara itu dulu punya julukan jambrut katulistiwa, presiden pertaman negaraku adalah Ir Soekarno, seorang anak bangsa yang tanggguh dan siapapun yang mendengar pidato-pidatonya pasti akan tergugah. Beliau juga termasuk tokoh yang aku idolakan, karena semangatnya beliau dan kerja kelasnya beliau, mungkin jika tak ada bung karno dan teman-teman seperjuangannnya mungkin saja sekarang negara belum merdeka. Ingin rasanya bisa seperti beliau. Oya lantas bagaimana dengan negaramu?”
“seperti yang dunia tau perfilman di negarku ini cukup pesat bahkan beberapa aktor dan aktris disini pun sudah ada yang berakhting untuk film-film hollywood. Melalui film-film itulah negraku mempromosikan india, tempat wisatanya, tariannnya, kain sarinya, perayaannya, makanannya dan lain halnya. Contohnya gerbang india ini, banyak film-film india yang menganbil tempat di sini seperti film fanna, mann dan banyak film-film lainnya. Apakah kau suka menonton film-film kami? Bagaiman dengan perfilman di negarmu?”
“ya lumayan sukalah untuk beberapa film yang di perankan oleh aktor kesukaannku ataupun film-film yang mengundang air mata. Perfilman di negaraku pun cukup pesat dari yang bertema tentang persahabatan, agama, percintaan dan lainnya, walau tak jarang perfilman di negaraku pun sering didominasi film horor comedi tapi kebanyakan film-film itu kurang dinati.”
“bisa beritahu aku apasaja nama film yang menjadi pembicaraan di negaramu dan tentunya laku keras?”
“tentu saja, laskar pelangi, ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, habibie & ainun, dan aku lupa lagi hehehe...”
“bisa sebutkan lagi atau tulis di secarik kertas?”
“aku tak membawa kertas.”
Obrolan mereka terhenti sejenak, seketika itu Rakhes pergi, entah kemana dan untuk apa. Suara  Rakhes tak terdengar lagi di belakang punggung Tina, ketika Tina menoleh  ternyata Rakhes tak ada . Beberasa menit kemudia Rakhes kembali, memberika secarik daun kering dan meminta Tina untuk menuliskan nama-mana film Indonesia yang tadi dia sebutkan, Tina tersenyum geli, mengapa yang dicari daun kering, mengapa bukan secarik kertas saja yang dibawa. Lagi-lagi Rakhes menbuat Tina mengkerutkan dahinya.
Kak Ali pun datang dengan membawa tiga mangkuk es cream, sempat pula kak li mengkerutkan dahinya karena posisi duduk adik dan sahabatnya yang tak lazim. Ketika ingin memberika es cream itu kepada Rakhes, kak Ali memberikan isyarat mengenai cara duduk Rakhes dan Tina, Rakhes pun menjawab inyarat itu dengan menunjuk Tina dan dirinya lalu melambaikan tangan, isyarat tidak. Ali hanya tersenyum setelah mengetahui jawaban yang diberikan Rakhes melalui isyarat itu. Mereka pun meninggalkan taman itu dan berkeliling sekitaran gerbang india.
Di perjalanan Rakhes mencoba untuk menjelaskan sejrah tentang gerbang india ini,  cukup dibuat kagum Tina oleh daya rekam  rakesh terkadap sejarah. Jawaban rakesh cukup sederhana ketika ditanya mengapa dia begitu fasih menjelaskan seluk beluk tentang gerbang india padahal dia bukanlah seorang pemandu. Munurut rakesh bukan hanya pemandu saja yang harus tau banyak tentang sejarah india namun seharusnya para pemuda bangsanya juga. Sejarah itu pasti dan kita tidak boleh melupakan sejarah.
Negara ini tidak mungkin ada tanpa sejarah, kita hanya sebagi penerus yang bertanggung jawab menjaga negara ini. Aku hanya warga negara india yang hanya mampu mengabdi untuk bangsa ini melalui sejarah. Sejarah negara kami yang kemudia kami beritahukan kepada dunia betapa heroiknya kami. Jika mengaku anak bangsa maka janganlah lupakan sejarah.
Sepenggal kalimat yang terlontar dari mulut Rakesh. Sepenggal kalimat yang membawa susana lain dalam hati Tina, terbayang oleh Tina betapa dulu dia sangat membenci pelajaran sejarah dan selalu bertanya mengapa ada sejarah? Kini pertanyaan itu terjawab, kini Tina hanya ingin menangis dan meminta maaf kepada gurunya dulu karena telah menyepelelakan pelajaran sejarah.

BERSAMBUNG.....

Rabu, 30 Januari 2013

Jodhaa Akbar


Tinjauan


http://multiply.com/mu/paulinaleibo/image/13/photos/upload/300x300/R-CzKwoKCCIAACQS3@Y1/jodha-akbar.jpg?et=aeLTzhelunykdKc5QujNyA&nmid=88887691
Kategori:
Film
Jenis
Romansa
Satu lagi film Bollywood yang patut ditonton bagi siapa yang tertarik dengan
hubungan antar iman atau keyakinan.Sudah lama film ini aku tonton bersama-sama teman akc jogja tapi baru sekarang sempat mengulasnya.

Film yang dimainkan oleh Hrithik Roshan sebagai Emperor Jalaluddin Mohammad Akbar dan Aishwaria Rai Bachchan sebagai Jodhaa. Karya yang brilian ini disutradarai oleh dari Ashutosh Gowariker..konon ini merupakan film kolosal terbesar yang pernah dibuat india.

Bercerita tentang sejarah kisah cinta Jodha dan Akbar, yang konon juga merupakan kisah nyata dan ada cerita katanya sang ayah jalaluddin Mohammad akbar adalah raja india yang mendirikan istana Taj Mahal bagi istrinya. Awal-awalnya memang lebih banyak perang serta cerita politik tersaji tapi memang itu latar belakang cerita ini, dan kenapa terjadi pernikahan 2 agama yang pada dasarnya tidak didasari pacaran dulu kayak jaman sekarang gitu tetapi karena politik mereka di haruskan menikah agar terjadi harmonisasi di kedua negara ini dan negara sekitarnya.Jalaluddin Mohammad Akbar adalah seseorang yang berlatar belakang muslim yang taat dan Jodha lahir serta besar di Keluarga Hindu yang taat juga..sekedar flash back aja india dari dulu mempunyai 2 agama terbesar yaitu Hindu dan Islam, kedua agama ini saling berseteru hingga terjadi perpindahan besar-besaran warga india beragama islam keluar hingga lahirlah pakistan.

Dalam Film ini kita akan melihat bahwa setiap agama ternyata mempunyai keindahannya sendiri-sendiri. Islam yang selama ini oleh Dunia barat dipandang sebagai agama kekerasan sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di film ini, dimana ada salah satu adegan yang bercerita pada saat malam pertama Jodha dan Jalaludin, hubungan yang didasarkan perjodohan politik ternyata membawa perasaan kesal hingga Jodha tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai istri sampai hatinya benar-benar bisa terima akan kehadiran Jalaludin, dan jalaludin pun berucap dalam islam tidak pernah terjadi pemaksaan kehendak...bagi para wanita yang nonton adegan ini so sweetlah...Dan adegan lainnya very touching saat istrinya menyanyikan Bhajan atau puji-pujian serta sesembahan di altar sembahyang, umat hindu mempunyai cara tersendiri untuk membuktikan kecintaannya pada Tuhan yaitu dengan bernyanyi lagu-lagu pujian, betapa takjubnya Jalaludin saat mendengar lagu puji-pujian serta cara bersembahyang Jodha, begitu juga saat Jodha melihat cara bersembahyang Jalaludin.
Dan Alhasil hubungan yang bermula hanya karena alasan politik berubah menjadi perasaaan sayang yg sesungguhnya, Akbar benar-benar jatuh cinta pada Jodha, seorang wanita yg berpikiran tidak perlu merasa takut terhadap kekuasaan suaminya.

Kesimpulanku bahwa Ternyata setiap agama itu mempunyai keindahannya sendiri-sendiri kalau kita bisa merasakan dan melihat, dengan begitu pada akhirnya kita bisa saling melengkapi dan belajar saling mengapresiasi

Wah, Ilmuwan Jepang Terkagum-kagum pada Riau, Mengapa?


REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU---Ilmuwan dari Jepang dalam melakukan penelitian emisi karbon memuji besarnya potensi lahan gambut di Semenanjung Kampar Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sebagai yang terluas dan salah satu yang terdalam di dunia.
"Kesan saya terhadap gambut di Riau, sangat bagus karena luas dan mempunyai kedalaman untuk menyimpan karbon," kata Prof Toshihide Nagano dari Universitas Utsunomiya.

Nagano bersama sejumlah ilmuwan Jepang lainnya melakukan riset terhadap pelepasan karbon di lahan gambut yang dikelola untuk hutan tanaman industri di konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Semenanjung Kampar. Penelitian itu rencananya berlangsung selama tiga tahun, sejak Juli 2012.

Menurut dia, kondisi gambut di Semenanjung Kampar sangat bagus untuk penelitian, bahkan lebih bagus dari yang ada di Thailand, dimana mereka pernah melakukan penelitian.
"Gambut di Thailand lebih sempit, jadi saya sangat berharap besar dari penelitian di Riau," kata Nagano.

Karena itu, para ilmuwan itu tidak tanggung-tanggung menginvestasikan alat pengukur karbon senilai Rp1 miliar untuk riset di Semenanjung Kampar. Alat itu bisa mengukur pelepasan CO2, kelembaban, ketinggian air dan suhu di lahan gambut secara periodik tiap satu jam.

Dari data itu, lanjutnya, bisa menunjukan kondisi ketinggian air gambut di lokasi HTI saat musim kemarau dan penghujan yang memperlihatkan berapa besar pelepasan karbon dalam kondisi yang berbeda.
"Saya berharap hasil riset ini bisa bermanfaat, khusus untuk perusahaan atau kalangan bisnis, semoga bisa digunakan untuk menyeimbangkan aspek pengelolaan lingkungan tetap dijaga dan peningkatan produksi," katanya.

Ketua Tim MRV (measurement, reporting and verification) Kementerian Kehutanan Prof Budi Indra Setiawan menyambut baik penelitian ilmuwan Jepang itu karena bisa bermanfaat untuk memastikan penghitungan emisi karbon di lahan gambut.

Ia mengatakan, penelitian itu menunjukan betapa besar kepentingan Jepang terhadap perkembangan industri kehutanan dan kertas Indonesia.
"Itu bisa dipahami karena Jepang sangat membutuhkan bahan baku dari kita untuk memenuhi tingginya permintaan kertas di sana. Kebudayaan Jepang tidak bisa lepas dari kertas, seperti dari tradisi origami hingga dari tingginya minat baca di sana," ujarnya.

Ia menilai, riset tersebut akan sangat membawa keuntungan dari kedua pihak dimasa depan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin mengatakan, membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak yang ingin melakukan penelitian mengenai tata kelola lahan gambut di area konsesinya.

Ia berharap, hasil riset itu bisa menjadi pembelajaran untuk perusahaan dalam meningkatkan aspek tata kelola lingkungan dalam hutan tanaman industri.
"Kalau hasilnya kurang bagus pun, kami akan terima dan akan digunakan untuk perbaikan kami," ujarnya.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: antara